Mari Berkarya, Mari Bercerita


Berkarya untuk kehidupan. Bercerita untuk menghidupkan



Hari ini ane membaca sebuah artikel menarik yang membahas tentang , "Mungkinkah seorang wanita dan pria menjalin persahabatan murni?" Dan dari artikel itu saya dapat sesuatu yang menarik.

Persahabatan murni yang dimaksud adalah seperti persahabatan antara seorang pria dan teman prianya  atau antara wanita dengan teman wanitanya (tentu yang orientasi seksualnya normal ya...). Nah dari ulasan artikel tersebut dinyatakan bahwa persahabatan murni antara pria dan wanita tidak mungkin terjadi. Sebab-sebanya karena perbedaan pola pikir antara keduanya. Lanjut,,,


Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Beberapa saat yang lalu, ane baca sebuah trit di lounge yang membahas tentang mitos dalam pernikahan. Di antara bahasan dari penulis yang saya ingat adalah melakukan sex bebas sebelum menikah tidak menjatuhkan kehormatanmu. Alasannya karena itu perbuatan biasa dan tidak masalah mau dilakukan apa enggak. Innalillaahi wa inna ilaihi roji'un. Sudah separah inikah anggapan sebagian orang tentang sex bebas? 


Mengapa sex bebas sebelum menikah menjatuhkan kehormatan manusia? Jawabannya adalah karena manusia dan hewan itu berbeda. Ya, manusia dan hewan adalah dua makhluk Allah yang sangat berbeda. Jika hewan jantan mau memuaskan hasrat seksualnya, ia tinggal keluar mencari betina kemudian dia salurkan hasratnya kepada si betina. Kemudian si jantan pergi, sebagian ada yang tinggal sama betina namun mayoritas hewan pejantan akan meninggalkan si betina. Dan si betina yang sudah ditanam benih si pejantan kemudian akan melahirkan anak-anak si pejantan dan mengurusnya seorang diri. Inilah hewan. Mereka tidak dibebani aturan bila ingin menyalurkan hasrat seksualnya, mengapa? karena mereka tidak memiliki akal. Mereka hanya memiliki insting dan naluri untuk bertahan hidup.

Berbeda dengan manusia. Manusia telah Allah Al Khaliq ciptakan berbeda dengan hewan. Manusia di beri suatu anugerah yang membuat mereka lebih sempurna daripada hewan yaitu akal. Dengan akal manusia belajar adab, belajar tata krama dan dikenai aturan syariat. Manusia gak bisa seenaknya memuaskan hasrat seksualnya tanpa diatur. Makanya manusia harus menikah terlebih dahulu sebelum mereka bisa menyalurkan hasrat seksualnya dengan cara yang halal. Dan ini juga untuk kebaikan manusia. Maka bila ada manusia yang berhubungan seksual seenaknya saja, maka gak beda dia dengan hewan. Gak beda dengan ayam, kera, anjing bahkan babi. Saya tanya, manusia mana yang mau disamakan dengan babi? Tidak ada kan? ini menunjukkan bahwa babi dan binatang lain tidak memiliki kehormatan seperti manusia dan manusia yang setara dengan binatang sudah jelas kehilangan kehormatannya.

Selain itu di antara manfaat menikah adalah menjelaskan keturunan agar tidak terjadi pernikahan sedarah. Manusia adalah makhluk yang Allah ciptakan tidak dapat menikah dengan orang yang garis keturunannya dekat. Istilah dalam Islam disebut mahrom. Bila ia sengaja menikah, maka akan terjadi bencana besar. Seperti penyakit, cacat atau kerusakan lain sebagai konsekuensi atas dilanggarnya kodrat penciptaan manusia. Berbeda dengan ayam yang manusia bisa mengawinkan di antara ayam jantan dan ayam betina meski dulunya mereka satu induk. 

Hubungan seksual sebelum nikah rentan menyengsarakan wanita. Manusia yang tidak diikat komitmen dalam berhubungan seringkali menghianati hubungan tersebut. Seorang remaja yang melakukan hubungan seksual dengan pasangannya sebelum menikah akan berbeda dengan yang sudah menikah. Ketika sebelum menikah tak ada saksi atas hubungan mereka berdua. Sehingga sang lelaki ketika ia telah menanam benih atau tak sengaja menanam benih, ia bisa saja meninggalkan wanita dan lepas tanggung jawabnya. Seperti hewan tadi, ketika hasrat seksualnya sudah tersalurkan, ia akan meninggalkan betinanya dan tinggallah sang betina seorang diri mengurus anak yang tak berbapak itu. Dan sudah tentu yang seperti ini menjatuhkan kehormatan manusia karena perilaku mereka tak ubahnya hewan.

Berbeda dengan setelah menikah. Ketika benih sudah ditanam tidak ada kekhawatiran sebab hubungan mereka telah sah dan diketahui khalayak banyak. Dan bila sang bapak ingin lepas tanggung jawab, khalayak tahu siapa yang akan disalahkan. Karena khalayak tahu bahwa bapak si anak pastilah si suami. Si bapak akan mendapat hukuman mental lantaran menelantarkan anaknya. Jadi bulan-bulanan di masyarakat dan dikucilkan. Selain itu menikah yang bukan karena terpaksa juga menunjukkan keseriusan untuk berkomitmen membangun rumah tangga. Dan ini akan menjadi dasar perilaku setianya kepada pasangan kelak. 

Dan sungguh, inilah di antara hikmahnya Allah menurunkan syariat menikah. Masih banyak hikmah-hikmah lain yang akan kita temukan andai kita mau merennungkannya. Ingat, manusia dianugerahi akal agar mereka bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Bila akal sudah tak berfungsi hingga manusia mengerjakan sesuatu yang buruk seolah itu baik, maka manusia laksana makhluk hidup tanpa akal. Dan makhluk hidup tanpa akal yang paling baik adalah hewan. Gak salah bila kita menyebut para pelaku seks bebas tidak memiliki kehormatan lagi.\

Sekian igauan pagi ini. Semoga bermanfaat


Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Pernahkah kita merindukan kehidupan bahagia? Pernahkah kita merindukan kehidupan yang tenang dan damai? Setiap orang ingin bahagia, setiap orang ingin hidup yang tenang dan damai. Namun masing-masing orang memiliki cara untuk mencapai kehidupan yang seperti itu. Ada yang mencari jabatan setinggi-tingginya, ada yang menumpuk harta sebanyak-banyaknya. Ada yang ah macam-macam. Namun ternyata tak kunjung kenikmatan hidup itu ia dapatkan. Mereka yang memiliki jabatan tinggi ternyata bukannya merasa bahagia, justru malah punya banyak musuh. Ada banyak ornag yang menginginkan kedudukannya berusaha menjatuhkannya. Menjebaknya masuk ke masalah-masalah. Membuat pusing kepala.



Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Entri Populer