Mari Berkarya, Mari Bercerita


Berkarya untuk kehidupan. Bercerita untuk menghidupkan

Copas dari status FB: Abu Nida Ummu Nida

Banyak laki-laki yang bersemangat ketika mendapatkan undangan lunch/makan siang bersama entah itu dari teman2 teamnya, atasannya atau dari teman-teman sepermainan dia di waktu kecil. Terlebih ketika semuanya serba gratis atau ditraktir.

Sebaliknya merasa enggan ketika istri dan anak-anaknya mengajaknya makan di luar rumah mereka dengan berbagai alasan. Kalaupun mereka terkadang makan di luar rumah saat berlibur, dia tidak meniatkan hal tsb untuk mengikuti sunnah Nabi namun hanya aktifitas having fun biasa saja di akhir pekan sehingga hal tsb tidak bernilai ibadah di sisi Allah, terlebih di tempat2 makan yg mungkin banyak fitnahnya.
Para ulama menjelaskan bahwa diantara hal yang dicontohkan Nabi adalah sesekali mengajak istrinya atau keluarganya makan di luar rumah sambil menikmati lingkungan sekitar. Tidak harus di restoran apalagi di rumah makan mewah dan tidak harus dengan menu kuliner yang mahal bahkan mungkin bisa membawa makanan sendiri dari rumahnya. Namun saat di luar rumah tentu harus tetap dijaga adab-adab makan, menghindari terjadinya ikhtilat/campur baur laki-laki dan perempuan, menghindari tempat-tempat makan yang ada musik atau biduanita atau fitnah2 lainnya.
Dalam suatu hadits diceritakan:
Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam -seorang Persia- pintar sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu dia datang menemui Rasululiah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mengundang makan beliau.
Beliau bertanya: “Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah radhiyallahu 'anha - istri beliau).” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: “(Kalau begitu) aku juga tidak mau.”
Orang itu kembali mengundang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Orang itu menjawab: “Tidak.”
Rasulullah kembali berkata: “Kalau begitu, aku juga tidak mau.”
Kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kembali bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: “Ya.” Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu.” (HR. Muslim)
Banyak hikmah dari sunnah ini satu diantaranya tumbuhnya romantisme keluarga, bertambahnya kedekatan hubungan keluarga, menghilangkan kepenatan terutama bagi seorang wanita yang sehari-harinya mungkin terus di rumah dan lainnya.
Wallahu a'lam

Artikel terkait lain dengan



0 Reaksi Pembaca:

Posting Komentar

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA.

Entri Populer