Mari Berkarya, Mari Bercerita


Berkarya untuk kehidupan. Bercerita untuk menghidupkan

Seperti dulu kala
Ketika kita berbagi kelas yang sama
Ketika kita berbagi guru yang sama
Ketika kita berbagi masa yang sama

Dalam masa setengah windu kita bertemu
Dan di masa itu aku pun mengenalmu
Bagaimana sifatmu
Bagaimana sikapmu...

Dan semasa setengah windu pula telah berlalu
Mungkin aku tak lagi mengenalmu
Bagaimana sifatmu
Bagaimana sikapmu...



Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Saya sering sekali menonton video Dr. Zakir Naik di Youtube. Bila Anda belum tahu siapa itu Dr. Zakir Naik beliau adalah seorang Dr yang kerap memberikan ceramah soal perbandingan agama. Ceramah-ceramah beliau terasa ringan dan mudah dicerna. Apa yang beliau sampaikan sungguh masuk di akal. Beliau kerap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang dari non muslim. Bahkan dari orang-orang atheis sekali pun. Dan beliau kerap memberikan jawaban yang memuaskan hati. Di antara jawaban beliau yang membuat saya begitu kagum adalah jawaban atas pertanyaan orang atheis yang menanyakan kurang lebih isinya, "Bahkan jika saya mengetahui ke Maha Agung Tuhan dengan segala pemberian-Nya terhadap saya apakah saya harus merasa kagum? Bukankah itu mudah bagi Tuhan Yang Maha Kuasa? Misalkan Bill Gates -orang terkaya di dunia- memberi saya 100 dolar, apakah saya harus takjub karena itu? Bukankah 100 dolar bagi Bill Gates itu sesuatu yang kecil?" dijawab dengan sangat apik oleh Dr. Zakir Naik, "Brother, yang menjadi pertanyaan bukan apakah saya harus heran dengan pemberian Bill Gates kepadamu tapi mengapa Bill Gates memberikan 100 dolar kepadamu? Mengapa di antara ratusan juta orang Bill Gates justru memilihmu untuk menerima 100 dolarnya?" Sebuah jawaban pamungkas yang membuat sang atheis mengucapkan , "Yah itu dia jawabannya,.... benar itu jawabannya...".



Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Entri Populer