Mari Berkarya, Mari Bercerita


Berkarya untuk kehidupan. Bercerita untuk menghidupkan

Sebuah nama sebuah cerita
Sebuah fatamorgana
dan ada aku di sana

Dan kuntum bunga ketiga semakin menampakkan durinya
sebuah racun saraf
membuat lemas
lemah
kemudian terbunuh
dan

Sebuah ambiguitas sarkasme menderu dera
ketika sinestesia dihiperbolakan setinggi-tingginya
dan ironi sebagai puncaknya
semua berhulu dari kuntum bunga ketiga

aarrgghh... (*mengumpat sejadi-jadinya*)



Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Kuntum bunga ketiga yang mekar.
Semerbak wanginya.
Menari-nari si anak bayu.
Hendak membawa kelopaknya mengepak mengarak padamu.
Aku tahan.
Jika ini hanya fatamorgana waktu duha.
Kan kutelan durinya hingga sang bunga layu.
Jika suatu hari mekar kembali ku tak ragu tuk merawatnya kembali.

Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Entri Populer