Mari Berkarya, Mari Bercerita


Berkarya untuk kehidupan. Bercerita untuk menghidupkan

Demi kesembuhan dari cobaan Tuhan
mereka datang memenuhi kabar burung siluman
turun dari gunung tinggi tinggi
naik dari lembah rendah rendah
datang dari kampung desa desa
tiba dari kota megah megah
mengharap sembuh ke bocah umur sepuluh

Ohh...
inilah saatnya
dimana akal dibuang
agama dicampakkan
Tuhan dimatikan
nyawapun dimurahkan

dan semua alasan terpaku pada tali kemiskinan
kertas resep yang mahal
dan pemerintahan yang mencuri sehat

Hufft... kasiat mengalahkan syariat
betapa mahal pembebasan penyakit ini
bahkan lebih dari rupiah sang dokter

kalau begini siapa yang patut disalahkan?

Sajak manusia pencari sugesti
dilematika warga miskin di negara jahil


Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Dan apakah neraka parlemen ini lekas berakhir?
akankah diakhiri?
atau ini terakhir?
yang mengakhiri riwayat bangsa?

sang raja hanya membisu di singgasana
menyaksikan gladiator gladiator kantor saling pukul sampai jontor
hentikan bila ini memuakkan!
sudah saatnya tangan Anda beranjak dari ranjang malasnya

gajah saling beradu, kancil menunggu mati

Hufft...
Masa bodoh yang penting menang!
masa kebodohan tak ada kemenangan!!!!



Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa televisi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat khususnya masyarakat Indonesia. Harganya yang kian hari semakin terjangkau menyebabkan televisi kini dimiliki oleh hampir seluruh warga Negara Indonesia baik pada kelas ekonomi atas, menengah bahkan masyarakat kelas ekonomi bawah sekali pun.


Perkembangan nilai kepemilikan televisi ini tentu saja menggugah minat pengusaha program-program televisi untuk berlomba-lomba menyajikan acara yang tepat bagi keluarga Indonesia. Oleh karenanya kini tak sedikit stasiun televisi dijumpai di negeri ini.

Namun sayangnya, dari sekian banyak program televisi yang ada, hanya sedikit saja yang mengandung nilai edukasi. Kebanyakan dari program-program televisi tersebut mengandung nilai kekerasan, nilai amoral serta perbuatan-perbuatan yang seharusnya tidak dipublikasikan secara umum.

Sebagai contoh begitu banyak sinetron Indonesia namun tak satu pun memberikan nilai edukasi bagi penikmatnya. Kebanyakan dari sinetron-sinetron tersebut hanya ditujukan untuk memromosikan sang artis atau mengejar keuntungan dari rating yang tinggi meskipun harus dilakukan dengan mengeksploitasi aurat-aurat wanita serta adegan tak senonoh yang seharusnya dinikmati orang dewasa. Kita tentunya tidak mau adegan saling bunuh antara anak ingusan yang terjadi akibat menirukan adegan-adegan acara gulat beberapa tahun silam terulang lagi di negeri apalagi adegan pacaran yang dilakukan oleh anak TK yang masih ngedot akibat terlalu sering menonton sinetron yang sama sekali tidak mendidik.

Beberapa program lain yang bermasalah adalah acara gossip yang hanya melahirkan generasi baru ibu-ibu B-Goss (biang gossip), acara yang mengeksploitasi orang-orang kalangan bawah layaknya mainan bagi yang berduit, film kartun yang mendidik seorang balita untuk bertindak bodoh dan berlaku tak senonoh dan menganggap dirinya superhero, ada pula yang mempublikasikan borok-borok pemerintahan yang belum dibuktikan kebenarannya, kemudian masyarakat kalangan tertentu geram dan berusaha menjatuhkan pemerintahan dan sebagainya.

Ada beberapa acara yang baik untuk ditonton dan darinya kita mendapatkan pelajaran-pelajaran tertentu tentang makna hidup. Diantaranya adalah; Mario Teguh, Golden Ways, Kick Andi, Metro Files (mengulas sejarah Indonesia), Bosan Jadi Pegawai, serta Berita Televisi.

Program Mario Teguh, Golden Ways seharusnya lebih diprioritaskan dibanding acara-acara tangga lagu yang kini menjamur di Indonesia. Karena acara tersebut benar-benar membangkitkan semangat untuk bekerja dan berperilaku terpuji, lain dengan acara musik yang justru mengantarkan remaja pada tujuan yang tak jelas. Coba pikir, apa untungnya bagi kita kalau band kesayangan kita nangkring di top hits tangga lagu stasiun TV A? dapat duit? Yang ada kita malah disangka orang gila karena ketawa-ketiwi di depan TV akrena saking senangnya dengan prestasi band kegemaran kita.

Menonton televisi sangat menyenangkan namun tetap kita harus waspada. Nah, sudahkah Anda selektif dalam memilih acara televisi Anda? Kalau belum mulailah dari sekarang atau tidak sama sekali! Serta bagi pemerintah untuk lebih selektif lagi memfilter tayangan televisi layak tonton atau tidak layak tonton.






Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Resapi rasa hari
Menghirup udara waktu Duha
usia kian meninggi
pikiran masih di bawah tumit

Aku galau
semua yang nyata indah
mengambang di atas sana
di kelilingi apa pun yang membuatku mual
muak

Semua yang maya indah
terhampar sedap di depan mata
dikelilingi apapun yang menyenangkan
memuaskan

akankah seperti ini?
atau memang seperti ini?
atau hanya pikiran lapuk si bujang merana



Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Entri Populer