Mari Berkarya, Mari Bercerita


Berkarya untuk kehidupan. Bercerita untuk menghidupkan

Pesona sastra Indonesia semakin memikat. Ini dibuktikan dengan banyaknya karya sastra sebagai buah pikiran pangarangnya. Kompetisi-kompetisi kesastraan pun semakin giat diselenggarakan. Hal ini menimbulkan kesan bahwa pemerintah sedang gencar-gencarnya melaksanakan kampanye pelestarian kesastraan Indonesia.

Di lain sisi tampaknya keberadaan bahasa Indonesia sendiri mulai terabaikan. Ketika kelopak-kelopak sastra kian berkembang justru bahasa Indonesia yang seharusnya dipertahankan malah menguncup. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Pengaruh tersebut antara lain semakin banyaknya karya sastra yang menggunakan kaidah bahasa di luar kaidah bahasa baku. Apabila hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin generasi muda Indonesia selanjutnya menjadi awam terhadap bahasa Indonesia dan hanya mengenal bahasa persatuan tersebut dari bangku sekolah saja.

Karenanya pemerintah diharap lebih sigap lagi dalam merespon hal ini. Kalau bangsa Jepang yang dikenal berteknologi modern saja lekat dengan budayanya sendiri, mengapa Indonesia tidak?

Selain itu, saat ini bahasa Indonesia mulai diajarkan di berbagai negara di dunia. Sebut saja Australia, Vietnam, Thailand dan masih banyak lagi Negara yang berminat dengan bahasa kita. Kalau kita sebagai si pemilik bahasa tidak mengetahui kaidah bahasa yang baku, sedang bangsa asing lebih menguasainya, apa akta dunia? Tentunya sebagai bangsa yang besar kita akan merasa malu.

Ada juga bahasa prokem yang konon berasal dari bahasa para preman. Dahulu tak banyak orang mengenal bahasa ini namun sebagai efek samping kemajuan teknologi informasi, bahasa ini mulai menyebar luas di kalangan masyarakat terutama masyarakat perkotaaan. Hal ini diperparah dengan banyaknya stasiun televisi yang menayangkan program-program remaja namun menggunakan bahasa pengantar yang tidak baku. Ini bisa saja menjadi suatu perbuatan pembodohan masal terhadap pemuda Indonesia. Bukankah keberlangsungan suatu Negara tergantung kepada pemudanya? Kalau pemudanya saja sudah dididik seperti ini, bagaimana kalau nantinya mereka menjadi wakil rakyat?

Karenanya saya mengajak pembaca yang masih peduli dengan bahasa untuk ikut melestarikan bahasa nasional kita. Biar bagaimana pun bahasa Indonesia adalah bahasa yang dicita-citakan pemuda Indonesia dulu agar menjadi salah satu alat pemersatu bangsa. Sekian terima kasih.

Ada komentar atau tanggapan silahkan tulis di bawah.



Artikel terkait lain dengan



8 Reaksi Pembaca:

rasanya berat karena dalam kondisi sekarang harus memperbaiki kepribadian terlebih dahulu... tapi jika ada niat bersama, mari kita berusaha!

Hmmm, benar juga nih...
Seharusnya kita sebagai anak bangsa sendiri lebih memahami dan menggunakan bahasa baku...
Cuma, kalau dalam kesehariannya sih saya kira susah untuk dilaksanakan...

@ Firyan
Ya kepribadian memang penting. Apalagi untuk menghadapi globalisasi.

@ Zippy
Mulai dari menggunakan kosa kata baku dulu. Saya rasa menggunakan bahasa indonesia sesuai dengan kaidah tidak terlalu sulit. Hanya masalah kebiasaan saja.

Ajakan yang patut di ikuti.
Memang akhir-akhir ini penggunaan bahasa nasional mulai luntur. Ditambah dengan perilaku para potisinya yang sok-sok pake bahasa Inggris yang secara kaidah tidak beraturan dalam pemakaiannya. Ini juga mengakibatkan kosakata bahasa menjadi rancu dan sulit dimengerti maknanya oleh orang-orang awam.

I thing it's hard to speak indonesian language with perfect grammar.. absolutly hard because every time you and me our other people watching tv, or go to mall, we also hear people speak with wrong grammar... yeah maybe we need more learn about grammar and of course indonesia language... thank's and don't forget to follow and comment on my new blog... ^-^

Paling mudah untuk mengajarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah di lingkungan pendidikan, misalnya sekolah, madrasakah, atau bangku perkuliahan. Tapi kalau di tengah jalan, ya sulit juga.... Yang penting mendukung! Minimal lewat bahasa blog ^_^

@ Jajang
Betul. Memang perlu diperbaiki. Terima kasih.

@meria
Ya, benar. gramatikal memang menjadi masalah yang kadang membuat orang kesulitan dalam mengapresiasikan pemikirannya lewat bahasa.

@Bang Aswi
Karena itu bagi remaja yang masih sekolah, mumpung masih muda dan masih sekolah, Yok belajar bahasa seperti kata Bang Aswi

Posting Komentar

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA.

Entri Populer