Mari Berkarya, Mari Bercerita


Berkarya untuk kehidupan. Bercerita untuk menghidupkan

Artikel ini saya tulis sebagai rasa syukur serta ungkapan terima kasih saya kepada Allah swt. Mengapa? Karena pada hari Sabtu tanggal 1 Agustus 2009, saya didaulat oleh sekolah saya untuk mewakili sekolah mengikuti lomba Pidato Agama Islam tingkat Kordinat Wilayah Sleman Timur, Yogyakarta. Dan pada akhirnya saya mampu meraih predikat sebagai juara ketiga mengalahkan beberapa sekolah dari empat kecamatan wilayah Sleman Timur. Karenanya saya ingin sekali berbagi pengalaman dan tips kepada sobat di sana.

Pengalaman yang saya dapatkan pada pelaksanaan lomba Pidato Agama Islam tidaklah sedikit. Dari pelaksanaan lomba, saya dapat merasakan bagaimana sulitnya berbicara di depan umum. Bagaimana rasanya mengapresiasikan keinginan kita untuk mempengaruhi khalayak namun pada saat yang sama puluhan pasang mata tengah menatap seakan mencari celah untuk meruntuhkan kekuatan hati ini. Selain itu tekanan dari penampilan peserta lain juga turut menumbuhkan perasaan pesimis.

Selain pengalaman di atas, saya juga mendapatkan semagat baru untuk mengembangkan kemampuan berbahasa saya khususnya dalam hal berbicara. Menurut saya orang-orang yang mampu berbicara di depan umum seringkali menjadi orang berpengaruh bagi orang lain. Contohnya pak SBY yang mempu meraih suara terbanyak dalam pilpres kemarin. Maka dari itu, melalui artikel ini, saya mengajak sobat Indonesia untuk giat mengapresiasikan bahasanya. Saya punya sedikit tips bagi sobat yang sedang berlatih pidato.

  1. Tentukan tema berpidato atau pahami arah tema apabila tema tersebut adalah tema yang ditetapkan panitia lomba.
  2. Bagi Sobat yang belum terbiasa berbicara di depan umum, buatlah terlebih dahulu naskah pidatonya. Hal ini dilakukan agar sobat memahami kemanakah arah Sobat berbicara nantinya.
  3. Usahakan naskah adalah hasil karya sendiri. Naskah yang merupakan hasil karya orang lain sering menjadi penyebab permasalahan dalam berpidato. Hal ini disebabkan karena pembicara sering tidak menguasai materi pidatonya karena tidak mengenal pokok bahasan yang akan dibahas. Karenanya saya himbau bagi Sobat yang ingin berpidato agar membuat naskah pidatonya sendiri.
  4. Perbanyak perbendaharaan kata. Hal ini dilakukan agar pembicara dapat berimprovisasi mengembangkan sendiri kalimat pidatonya dengan gagasan pokok yang ada. Hindari hafalan karena itu adalah penghambat pembicaraan Sobat ketika di mimbar nanti.
  5. Kurangi pengucapan kata 'e', 'em', 'mungkin' dan sebagainya. Penggunaan kata 'e' atau 'em' yang terlalu banyak akan menimbulkan kesan tidak siap dan pendengar akan cepat merasa bosan karena pembicara dianggap terlalu bertele-tele. Penggunaan kata 'mungkin' pada pernyataan tertentu akan menyurutkan minat pendengar atas materi yang Sobat suguhkan. Mengapa? karena pernyataan yang sobat sajikan terkesan meragukan dan tidak meyakinkan pendengar.
  6. Latihan terus menerus. Latihan bukan hanya difokuskan pada penampilan dan gaya bahasa saja namun fokuskan juga pada durasi waktu.
  7. Perhatikan ekspresi dan mimik wajah Sobat ketika berbicara. Hal ini dilakukan untuk mengatasi rasa bosan pendengar akibat mimik wajah pembicara yang terlalu kaku.
  8. Gunakan penekanan pada kata atau kalimat tertentu yang dianggap perlu diberi tekanan. Hal ini dilakukan agar pendengar tidak bosan akibat nada bicara pembicara yang dirasa terlalu datar.
  9. Perhatikan gaya bahasa Sobat. Pada intinya pidato adalah kegiatan mempengaruhi khalayak dengan menyajikan materi dalam bentuk bahasa lisan. Gaya bahasa yang terkesan 'friendship' dan lugas serta efektif akan meningkatkan minat dengar khalayak.
  10. Selalu berlatih, berusaha dan berdo'a. Semoga berhasil.
Di bawah ini ada link untuk mengunduh naskah yang saya buat sebagai persiapan lomba pidato. Saya persilahkan bagi sobat untuk mengunduhnya dan menyebarluaskannya dengan tujuan bukan komersil. Berikut linknya,

Judul Naskah : Meraih Kesuksesan Dunia - Akhirat adalah dengan Ilmu.
Penulis : Shidiq Nur Widayan
Tipe file: ZIP
Link Unduh : Naskah Pidato.zip

Kiranya itu saja yang dapat saya sampaikan. Apabila Sobat ingin berbagi tips lain seputar berpidato, silahkan tulis di kolom komentar di bawah artikel ini. Kritik, saran dan tanggapan senantiasa saya harapkan, Terima kasih.

Artikel terkait lain dengan



23 Reaksi Pembaca:

we're not only pertamaxxx but we share about it...salam hangat gan...

nice to meet you!!


akhirnya selesai juga postingan berat ini ....
btuh dukungan lagi nee juragan... hahahah....
salam sayang ... ku berharap kau blom tiduur....
http://apocalytyo.blogspot.com/2009/08/rumah-idaman-vs-rumah-impian.html

Yah pertamaxnya dah diborong...
Satu hal yang penting, bagaimana cara menghilangkan grogi waktu tampil? Waktu latihan kan belum tentu ada audiencenya kan?

grogi sll saja masih saya alami.. mskpn hampir tiap minggu saya berpidato...
manusiawi kali ya?
*mbela diri...

@Rumah Idaman VS Rumah Impian
Selamat ya...

@ Adis
Menghilangkan grogi memang sulit, namun menguranginya bukanlah perkara yang sulit. Yang perlu dilakukan adalah persiapkan dengan matang apa yang harus dipersiapkan. Mulai dari berbicara, ekspresi dan gestur tubuh. Sering merasa malu adalah latihan yang baik untuk mengatasi rasa gugup. Anggap pendengar adalah teman akrab kemudian latihan percaya diri adalah hal yang terpenting.

@Guskar
Itu manusiawi sekali Bang. Rasa grogi mungkin dirasakan akibat kita merasa bahwa penampilan ini adalah satu-satunya kesempatan kita, maka jangan sampai saya kacaukan apalagi sampai ditertawakan pendengar. Yang terpenting adalah melatih kebiasaan saja. Lama-lama kaa 'grogi' hanya akan menjadi ritual kosong sebelum berpidato. Kemarin saya juga merasa grogi.

untuk sekarang bagaimana pun sepertinya rasa grogi tidak akan hilang. asal sering berlatih mungkin seperti yang ente bilang supaya rasa grogi menghilang perlahan.

@Firyan
Setuju. Rasa grogi itu lumrah. Tandanya seseorang tersebut masih memiliki rasa malu.

selamat ya, anak bahasa ya. ayo kita majukan bahasa indonesia kita. mantep tipsnya . thanks udah mampir. salam hangat. ada artikel baru tuh di sobat sehat.com

@ sobatsehat
Terima kasih. Nanti saya mampir.

@top download
Boleh asal jangan lupa mencantumkan link saya. OK?

Tips yang bagus mas,public speaking memang keahlian yang penting untuk kepemimpinan..

salam,

Hmm... jaman sekarang pribahasa 'air beriak tanda tak dalam' sudah tidak berlaku.

Sekarang ini, klo dalam ya harus beriak, klo g beriak, mana tau klo kita dalam.

Kebutuhan komunikasi sekarang ini sangat penting dan jadi satu bidang profesi sendiri, untung nya saya waktu dulu hobi berarganisasi, sekarang saya menuai manfaatnya :)

Saya masih gak pede tuh, apalagi kalau diundang ceramah keagamaan, wuih....

Bagaimana kalau berpidato di internet ya...?
Pakai Microphone ngga?

"sering merasa malu adalah latihan yang baik untuk mengatasi gugup", maksudnya apa Shid? ane gampang banget gugup, trus ujung2nya jadi mual, ga enak banget. solusinya ya Shid.. :)
trus kata Bu Eli, guru BI di skolah, "hal paling penting untuk berbicara di muka umum adalah TIDAK TERBURU-BURU." gitu Shid kata beliau, sering banget dinasehatin, jadi inget terus, tapi tetep buru2 gara gugup. :p
sori ya baru mampir, abis tepar ditabrak flu..

@ Yak
Terima kasih atas Tipsnya. Tidak terburu-buru memang membantu sekali.

Menjawab pertanyaannya, (pengalaman pribadi) Gugup sering diakibatkan oleh rasa malu atau takut. Mungkin karena penampilan atau kesiapan. Seseorang yang gugup akan bertanya 'bagaimana kalau ada yang tertawa, bagaimana kalau ada yang berteriak, huuuu. aku pasti malu.' Nah untuk mengatasi rasa malu tersebut, maka biasakanlah tegar saat Sobat merasa malu. Misal saat diejek teman, atau terpeleset kulit pisang di depan umum. Yang terpenting adalah tidak menunjukan ekspresi lucu waktu terpeleset atau sebagainya. Usahakan untuk mengubah perspektif pandang orang lain dengan gaya sobat. Misal ketika terpeleset kulit pisang kemudian sobat segera berdiri dan diam seperti tidak tahu apa-apa. Dengan begini khalayak akan bingung dan rasa malu Sobat akan berkurang.

Sering merasa malu juga akan memperkuat mental. Seperti paku, apabila sering dipukul dengan palu akan menancap lebih dalam. Kurang lebih seperti itu maksudnya Yak. Maaf baru bisa balas sekarang.

kadang mas .. kl demam panggung sudah melanda, maka persiapan2 itu buyar .. hilang entah ke mana .. ujung2nya hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan ..
bagi dunks tips menghilangkan demam panggung ?

Mengembalikan Jati Diri Bangsa

Deam pangung memang sulit diatasi namun dapat dikurangi. Saya saja masih sering mengalami demam panggung padahal sudah cukup sering berbicara di depan umum. Coba tips berikut;

1. Persiapkan dengan matang penampilan Anda.
2. Bersikap tenang ketika naik panggung.
3. Sebelum mulai berbicara, atur sikap Anda terlebih dahulu. Pastikan Anda terlihat menarik dan berwibawa.
4. Tarik nafas dalam-dalam namun jangan sampai disadari oleh khalayak.
5. Jangan mulai pidato dengan humor karena khalayak akan menganggap Anda tidak serius.
6. Jangan katakan bahwa persiapan Anda kurang kepada khalayak, karena Anda akan diremehkan oleh khalayak.
7. Yakinlah Anda yang terbaik.
8. Mulai bicara dengan sapaan atau salam yang khitmad dan berbicara dengan tenang dan pasti.
9. Berdoa
10. Selamat mencoba.

wah thx banget mas shidiq :) bantu nih, saya memang butuh banget tips kaya gini :)

Poskan Komentar

TERIMA KASIH ATAS KOMENTARNYA. PAKAI SMILLEY AGAR LEBIH INTERAKTIF

Entri Populer