Mari Berkarya, Mari Bercerita


Berkarya untuk kehidupan. Bercerita untuk menghidupkan

Alhamdulillahirabbil'alamiin akhirnya pada hari ini saya dapat menulis kembali blog tercinta saya ini.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin sekali menjawab pertanyaan sobat blogger saya Agung Agriza dengan komentarnya atas artikel blog saya yang berjudul 'Tips Sederhana Berbahasa Indonesia'. Di bawah artikel tersebut, sobat Agung Agriza menulis komentar seperti ini,
"wah iya .. sekarang jarang banget orang-orang yang pake bahasa indonesia yang baik dan benar.
trmasuk aku, masih bingung sebenernya gimana bahasa indonesia yang baik dan benar itu. "

Karena itu, pada kesempatan kali ini, saya ingin mencoba menjawab pertanyaan sobat Agung Agriza semampu saya, berikut ulasannya.

Sebelum kita bahas lebih jauh mengenai bahasa Indonesia yang baik dan benar, ada baiknya kalau kita ketahui terlebih dahulu makna kata dari kata 'baik' dan 'benar'.

Menurut KBBI yang dikembangkan dalam website Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia bahwasanya kata 'baik' memiliki berbagai arti yang ditinjau dari berbagai sisi. Berikut makna kata 'baik' (tanpa imbuhan) menurut website tersebut;

"1 a elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb): karangan bunga itu -- sekali; 2 a mujur; beruntung (tt nasib); menguntungkan (tt kedudukan dsb): nasibnya -- sekali; mendapat kedudukan yg --; 3 a berguna; manjur (tt obat dsb): buku ini sangat -- untuk dibaca; daun kumis kucing -- untuk obat penyakit ginjal; 4 a tidak jahat (tt kelakuan, budi pekerti, keturunan, dsb); jujur: anak itu -- budi pekertinya; 5 v sembuh; pulih (tt luka, barang yg rusak, dsb): sudah dua minggu dirawat di rumah sakit, ia belum -- juga; lukanya sudah --; 6 a selamat (tidak kurang suatu apa): selama ini keadaan kami -- saja; 7 a selayaknya; sepatutnya: kami diterima dng --; -- orang ini kusuruh pulang sekarang; 8 p (untuk menyatakan) entah ... entah ...: -- di kota maupun di desa, olahraga sepak bola digemari orang; 9 p ya (untuk menyatakan setuju): berangkatlah sekarang! -- , Ayah; 10 n kebaikan; kebajikan: kita wajib berbuat -- kpd semua orang;"

Dari beberapa makna di atas, makna kata 'baik' yang ditinjau dari sisi ke 1 (elok; patut; teratur) dan ke 4 (tidak jahat)-lah yang paling cocok diterapkan dalam pernyataan 'bahasa Indonesia yang baik dan benar'. Dengan kata lain bahasa yang baik adalah bahasa yang apabila diucapkan terdengar elok, susunan katanya teratur dan tidak mengandung celaan-celaan yang dapat menyinggung seseorang atau suatu kelompok. Selain itu bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa yang mencerminkan sikap yang sopan, berbudi pekerti luhur serta berakhlak mulia. Hal ini dapat dirasakan ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain. Si komunikan akan dapat merasakan apakah bahasa yang dipergunakan oleh komunikator itu baik atau tidak.

Sedangkan makna kata 'benar' (tanpa imbuhan) menurut website tersebut adalah sebagai berikut;

"1 sesuai sebagaimana adanya (seharusnya); betul; tidak salah: apa yg dikatakannya itu --; jawabannya -- semua; 2 tidak berat sebelah; adil: keputusan hakim hendaknya --; 3 lurus (hati): orang ini amat --; 4 dapat dipercaya (cocok dng keadaan yg sesungguhnya); tidak bohong: krn diancam akan dibunuh, ia memberikan kesaksian yg tidak --; 5 sah: keputusannya --; 6 sangat; sekali; sungguh: mahal -- buku ini;"

Dari beberapa makna di atas, peninjauan makna dari sisi pertama (sesuai sebagaimana adanya (seharusnya)) adalah makna yang paling cocok diterapkan. Ini berarti bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah kebahasaan yang ditetapkan. Dengan kata lain bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa baku yang sesuai dengan EYD.

Dari pernyataan di atas dapat saya simpulkan jika bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang elok, teratur serta tidak melanggar norma-norma dan sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan.

Dengan kesimpulan tersebut, saya telah menjawab pertanyaan dari sobat Agung Agriza. namun saya ingin menambahkan sedikit pengetahuan tentang bahasa baku.

Bahasa baku merupakan salah satu jenis bahasa yang mengacu pada kaidah bahasa Indonesia sesuai EYD, sering dipergunakan oleh orang-orang terdidik/terpelajar dalam suatu pertemuan-pertemuan atau acara-acara formal/resmi baik dalam bentuk bahasa lisan maupun bahasa tulis dan tidak menampakan ciri-ciri kedaerahan atau asing.

Ciri-ciri bahasa Indonesia baku antara lain:

  1. Bahasa baku menggunakan penempatan jeda-jeda yang sesuai dengan satuan-satuan makna kalimatnya. Penempatan jeda yang tidak sesuai akan menimbulkan kesan janggal pada kalimat.
  2. Menggunakan lafal, intonasi dan tekanan yang sesuai dengan sistem bunyi bahasa Indonesia dengan tidak menampakan ciri kedaerahan atau asing.
  3. Menghindari pemakaian bentuk-bentuk ketatabahasaan yang menyimpang.
  4. Berpedoman pada EYD dan Pedoman Pembentukan Istilah.
  5. Menggunakan kata-kata yang tertulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, menghindari pemakaian kata-kata pergaulan atau kata-kata yang bersifat kedaerahan maupun asing.
Bahasa baku juga adalah bahasa yang dipergunakan untuk hal-hal sebagai berikut;
  1. Pembicaraan kepada seseorang yang dihormati, misalnya kepada guru, juragan dan kepada orang yang baru saja kita kenal.
  2. Komunikasi resmi, misalnya dalam surat resmi, pengumuman resmi, dan perundang-undangan.
  3. Wacana teknis, misalnya dalam pembuatan laporan penelitian, karya ilmiah dan tesis.
  4. Pembicaraan kepada khalayak ramai, misal ketika proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), pidato, mimbar bebas dan konferensi.
Demikian ulasan yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf. Apabila pembaca memiliki saran, kritik, ide, pertanyaan maupun pernyataan yang sesuai dengan artikel ini, silahkan tulis di kolom komentar di bawah artikel ini. Kemudian saya ucapkan terima kasih kepada Sobat Agung Agriza atas pertanyaannya dan saya harap artikel ini cukup untuk menjawab pertanyaan sobat. Terima kasih.


Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Bahasa Indonesia adalah bahasa utama bagi bangsa Indonesia. Dewasa ini, kedudukan bahasa Indonesia mulai tergeser oleh maraknya bahasa prokem di kalangan remaja. Tak hanya itu ternyata kontrol guru bahasa Indonesia terhadap perkembangan bahasa prokem di sekolah-sekolah masih terlalu kecil. Kebanyakan guru bahasa Indonesia hanya menjalankan tugasnya sebagai guru saja. Sehingga kepedulian siswa akan bahasa Indonesia menjadi berkurang.

Di sekolah saya, ada seorang guru bahasa yang sangat giat melatih siswa didiknya untuk mencintai dan membiasakan diri menggunakan bahasa yang diajarkannya. Tak hanya itu, beliau juga mengajarkan kepada muridnya agar senantiasa menjaga bahasa krama inggil meski guru tersebut bukanlah guru bahasa Jawa. Sayangnya guru tersebut bukanlah guru bahasa Indonesia, namun beliau adalah guru bahasa Inggris di sekolah saya. hal serupa mungkin saja dialami oleh sekolah lain, karena itu sebagai siswa Indonesia saya akan mencoba membagi tips sederhana menggunakan bahasa Indonesia. Sebagai catatan sebelumnya bahwa saya bukanlah murid yang pandai berbahasa Indonesia. namun saya akan mencoba untuk membagi ilmu saya kepada pembaca (reader and blogger) di Indonesia. karenanya apabila ada kesalahan pengucapan dan penulisan di sini, saya mohon maaf dan saya juga mengharapkan koreksinya. Berikut tips sederhana berbahasa Indonesia tersebut,

1. Niat
Niat adalah hal yang penting yang harus dilakukan oleh manusia sebelum mengerjakan sesuatu. Dengan niat manusia akan lebih termotivasi untuk mengerjakan sesuatu.

2. Pelajari bahasa Indonesia
Mempelajari bahasa Indonesia dengan tujuan untuk mengenal bahasa Indonesia. Dengan mengenal kita akan memahami. Setelah memahami bentuk, struktur maupun seluk beluk berbahasa maka ketika kita hendak mengapresiasikan bahasa tersebut melalui metode yang kita inginkan (berbicara, menulis dan sebagainya) kita akan merasa mudah. Karenanya penting untuk memahami terlebih dahulu bahasa Indonesia sebelum mengapresiasikannya. Tidak perlu sedetil-detilnya namun setidaknya mengetahui dasar ilmunya saja sudah cukup.

3. Pelajari kata serapan
Ini adalah hal penting yang tidak boleh sampai terhenti di tengah jalan. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya namun masih tetap memiliki kekurangan kata. Penambahan perbendaharaan kata pun terus terjadi. Salah satu caranya adalah dengan menyerap kata dari bahasa lain yang dianggap cocok dengan struktur bahasa Indonesia. Ketika kita mempelajari kata serapan berarti secara tidak langsung kita menambah perbendaharaan kata kita. Sehingga kita tidak merasa kesulitan apabila suatu hari nanti kita berbicara dengan seorang intelektual dengan bahasanya yang 'tinggi'.

4. Tahu siapa yang diajak berkomunikasi
Obyek komunikasi Anda akan menentukan pemilihan kata yang akan Anda gunakan. Apabila Anda sedang berkomunikasi dengan warga satu kampung usahakan untuk meminimalisasi penggunaan kata serapan yang tidak populer. Contohnya adalah kata 'viskositas'. Mungkin untuk orang-orang yang berkecimpung di dunia fisika dan kimia sudah tidak awam lagi dengan kata ini. Namun jika Anda katakan 'viskositas (kekentalan)' kepada warga desa Anda yang awam mungkin mereka hanya bisa bengong memandangi Anda tanpa tahu apa yang sebenarnya Anda katakan.

5. Memperbanyak pengetahuan yang berkaitan dengan bahasa
Membaca dan mendengar adalah sarana efektif untuk menyerap tata cara berbahasa. Membaca buku-buku bahasa Indonesia dengan kalimat-kalimat bakunya. Mendengar dosen-dosen kebahasaan berbicara di depan umum atau pun Anda mencoba untuk mempraktikan bahasa Anda dengan berbicara atau pun menulis artikel akan sangat membantu Anda mengembangkan ketrampilan berbahasa Anda.

6. Rileks ketika berbahasa
Menulis dan berbicara adalah contoh umum yang dipergunakan orang untuk mengapresiasikan bahasanya. Ketika hendak berbicara atau menulis, manusia akan berpikir terlebih dahulu. Ketika berpikir manusia akan berbicara kepada dirinya dengan bahasa pikirannya. Ia akan bertanya kepada dirinya sendiri apa yang harus ia lakukan kini dan setelah ini. Saat manusia berambisi kuat untuk mengemukakan gagasannya, emosinya akan bergejolak. Ketika emosinya bergejolak pikirannya akan kacau sehingga ia tidak dapat berpikir logis dan sistematis. Akibatnya ia akan terburu-buru untuk mengungkapkan gagasannya. Akibatnya seringkali apa yang ia ungkapkan terkesan meloncat-loncat tak tentu kemana tujuannya. Selain itu tata bahasa kita akan menjadi amburadul kualitas gagasan dan bahasa kita. Karenanya rileks dalam berpikir dan berbicara adalah hal penting yang harus dilakukan sebelum mengungkapkan gagasan kita agar gagasan yang hendak kita ungkapkan akan menjadi gagasan yang sistematis dan logis.

Contohnya adalah ketika debat capres yang lalu. Kalau kita perhatikan dengan seksama akan kita temukan perbedaan tata bahasa yang dipergunakan antar kandidat capres. Kandidat A dengan gaya bicaranya yang diselimuti semangat membara. Kemudian kandidat B yang gaya bicaranya santai. Kemudian kandidat C yang gaya bicaranya yang cepat namun serius. Tata bahasa yang digunakan oleh kandidat A akan sangat berbeda dengan tata bahasa yang dipergunakan kandidat B. Bisa saja tata bahasa kandidat A akan terkesan tidak teratur karena emosinya yang borkobar-kobar mempengaruhi pola pikirnya sehingga ia akan berpikir lebih cepat dari biasanya, karena itu ide-ide dikepalanya terus bermunculan namun di satu sisi ia tidak mampu mengungkapkan ide tersebut karena terlalu cepatnya ide tersebut bermunculan dan menghilang. Akibatnya tata bahasanya agak kacau disebabkan ia tidak rileks ketika berbicara.

Mungkin itu saja artikel kali ini. Jika ada usulan, tanggapan atau komentar silahkan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.


Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Sebelumnya mungkin di antara pembaca sekalian ada yang mengetahui kepanjangan dari SBI. SBI adalah akronim dari Sekolah Bertaraf Internasional, Gelar yang sangat diharapkan oleh ribuan sekolah di Indonesia mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi. Beberapa sekolah di Indonesia berhasil menyandang gelar tersebut, beberapa belum dan beberapa di antaranya gagal. Secara resmi gelar tersebut didapatkan setelah sekolah yang bersangkutan memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh ISO, sebuah badan yang bergerak untuk menyertifikasi barang atau produk di dunia sesuai dengan standar Internasional yang ditetapkan oleh ISO.

Salah satu di antara sekian syarat yang diajukan agar suatu sekolah bertaraf Internasional adalah guru dan muridnya harus menguasai bahasa Inggris. Pernah ada rumor yang mengatakan bahwa beberapa mata pelajaran harus dibawakan dengan bahasa Inggris. Mata pelajaran tersebut di antaranya adalah matematika dan ilmu alam. Karena itu, beberapa guru di sekolah mendadak mendapat kuliah bahasa Inggris. Selain itu jam pelajaran bahasa Inggris bagi siswa pun ditambah agar siswa-siswi mampu menguasai bahasa Inggris.

Di lain sisi, pelajaran bahasa Indonesia tampaknya agak dikesampingkan. Di suatu sisi jam pelajaran bahasa Inggris bertambah namun di sisi lain jam pelajaran bahasa Indonesia tetap. Selain itu disadari atau tidak komunikasi yang terjadi antar siswa dengan guru pun jarang yang menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mereka lebih suka menggunakan bahasa prokem. Akibatnya jelas, minat akan bahasa Indonesia pun menurun dan di beberapa daerah di Indonesia, rata-rata nilai UAN bahasa Inggris lebih tinggi daripada rata-rata nilai UAN bahasa Indonesia.

Bukannya buruk memiliki gelar bertaraf Internasional atau mahir berbahasa Inggris. Malahan di masa yang akan datang kedua hal tersebut termasuk hal yang membanggakan serta berguna, terlebih di era globalisasi. Meski begitu, janganlah kemudian kita lupakan bahasa sendiri. Padahal kalau kita telusuri, ternyata bahasa Indonesia pun diminati bangsa lain, contohnya bangsa Australia serta Vietnam. Kalau kita bisa menjual kenapa harus selalu membeli?

Untuk menanggulangi peristiwa tersebut dibutuhkan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk menjaga bahasa kita agar tidak punah termakan zaman. Pemerintah diharapkan lebih intensif membangun jati diri bangsa melalui pendidikan dan pengenalan budaya Indonesia kepada siswa. Dari masyarakat umum diharapkan keaktifannya untuk turut serta melestarikan bahasa bangsa ini agar identitas bangsa Indonesia tetap terjaga hingga kapan pun. Siswa pun begitu juga, jangan karena bahasa Indonesia adalah bahasa Ibu, kemudian bahasa tersebut diremehkan. Hal ini juga dilakukan agar di kemudian hari ibu pertiwi memiliki identitas jelas di mata dunia dengan salah satu cirinya adalah bahasa. Mari jaga bahasa kita, kekayaan bangsa kita.

Akhir kata mari bersama kita jaga bahasa kita meski pengaruh asing kian meraja lela. Sekian dari saya ada kritik atau saran, tanggapan atau komentar, silahkan tulis di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.



Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Pada artikel saya yang lalu yang berjudul ‘5 Alasan Bangga dengan Bahasa Indonesia’ saya dapati sebuah komentar unik yang membuat saya penasaran. Komentar tersebut berasal dari sobat blogger, jamer serta facebook saya, Bayu Sutrisno. Dalam komentarnya, ia menulis jika bahasa Indonesia adalah bahasa ketiga tersulit di dunia. Komentar ini pun menimbulkan minat saya untuk menelisik lebih jauh, apakah benar bahasa Indonesia adalah bahasa ketiga tersulit di dunia? Dari pencarian saya di mesin pencari paling terkenal Google, saya menemukan babarapa Informasi penting mengenai posisi dan peran bahasa Indonesia di mata dunia dan Internet. Berikut informasi yang saya dapatkan:

  • Bahasa Indonesia dipelajari oleh 45 Negara di dunia.

Berita ini ditulis oleh www.kompas.com .Rabu, 29 Oktober 2008.

Isi berita Ini menegaskan jika bahasa Indonesia kini mulai dipelajari oleh 45 negara di dunia. Menurut Andri Hadi, negara yang mempelajari bahasa tersebut di antaranya adalah: Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya. Ia menjelaskan jika bahasa Indonesia menjadi bahasa popular keempat di Australia. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia di sana. Bahkan anak-anak murid kelas 6 sekolah dasar di sana sudah mahir berbahasa Indonesia.

Jika ingin membaca lebih lengkap beritanya, klik di sini.

  • Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di Kota Ho Chi Minh.

Berita ini ditulis oleh www.kompas.com . Jumat, 12 Juni 2009

Ho Chi Minh adalah ibukota negara Vietnam. Menurut seorang diplomat Indonesia. Pada bulan Desember 2007 Pemerintah Daerah Kota Ho Chi Minh, Vietnam, secara resmi mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua di Kota Ho Chi Minh.Selain itu Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City untuk periode 2007-2008, Irdamis Ahmad di Jakarta mengatakan, "Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan,"

Salah satu penyebab bahasa Indonesia begitu diminati oleh bangsa Vietnam antara lain karena kemungkinan meningkatnya hubungan bilateral antara Indonesia dengan Vietnam di masa depan.

Jika ingin membaca lebih lengkap beritanya, klik di sini.

  • Wikipedia bahasa Indonesia yang menduduki peringkat ke 26 di dunia.

Berita ini ditulis oleh http://www.antara.co.id. Selasa, 20 November 2007

Dikutip dari web tersebut: "Wikipedia Indonesia kini berada di peringkat 26 dari 250 Wikipedia berbahasa asing di dunia. Sedangkan di tingkat Asia kita berada di peringkat tiga, setelah Jepang dan Mandarin,"

Jika ingin membaca lebih lengkap beritanya, klik di sini.

  • Bahasa Indonesia bahasa ketiga yang paling banyak digunakan pada wordpress.

Artikel ini ditulis oleh http://amriltgobel.multiply.com pada 17 Januari 2009

Penulis blog ini adalah salah satu pengguna multiply yang pernah mengikuti acara Wordcamp Indonesia. acara ini sebelumnya pernah diselenggarakan di Filipina dan Thailand.

Dikutip dari blog tersebut, “fakta bahwa setelah Spanyol, Bahasa Indonesia adalah Bahasa yang menempati urutan ketiga yang paling banyak digunakan dalam posting-posting Wordpress. Indonesia pun adalah negara kedua terbesar di dunia yang pertumbuhannya paling cepat dalam penggunaan engine blog itu. Dalam 6 bulan terakhir tercatat 143.108 pengguna baru Wordpress dari Indonesia dan telah ada 117.601.633 kunjungan melalui 40 kota di Indonesia.”

Jika ingin membaca lebih lengkap beritanya, klik di sini.

Itu tadi beberapa fakta akan keberadaan bahasa Indonesia di Internet dan Dunia. Saya harap dengan bukti ini bangsa Indonesia menjadi lebih cinta dengan bahasa Indonesia.

Lantas, bagaimana dengan pernyataan saudara Bayu Sutrisno mengenai bahasa Indonesia adalah bahasa tersulit ke tiga di dunia? Untuk berita ini belum saya dapatkan kebenarannya, namun salah seorang peserta forum (http://suikoindo.9.forumer.com/a/language_post681-30.html) , animegic mengatakan bahwa menurut penelitian lembaga bahasa di dunia, dilihat dari segi gramatikal dan kompleksitivitasnya bahasa-bahasa yang dianggap sangat sulit di dunia adalah

  1. bahasa ibrani (bahasa kaum Yahudi)
  2. bahasa yunani
  3. bahasa latin
  4. bahasa jepang
  5. bahas korea

sementara bahasa indonesia secara mengejutkan menempati bahasa tersulit ke 15 di dunia, diakibatkan terlalu banyaknya partikel dan pengindahan tata aturan bahasa.

Namun sumber tersebut belum pasti karena hanya diungkap melalui forum, meski begitu terlepas dari benar tidaknya bahasa Indonesia sebagai bahasa tersulit kelimabelas atau pun bahasa tersulit ketiga di dunia, sebagai warga Negara Indonesia yang baik hendaknya kita junjung bahasa tersebut, kita lestarikan bahasa Indonesia meski ancaman kebudayaan asing semakin besar. Mari bersama penuhi sumpah pemuda. Semoga bahasa Indonesia semakin jaya. Amin.

Demikian sedikit informasi dari saya, jika ada tanggapan, kritik, saran atau usulan materi selanjutnya silahkan ditulis di kolom komentar di bawah ini, mohon maaf apabila ada kesalahan dan terima kasih. Satu lagi terima kasih kepada Bayu Sutrisno karena telah menginspirasi artikel ini.



Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Bahasa Indonesia adalah bahasanya warga Negara Indonesia. Karena itu wajib hukumnya bagi warga Negara Indonesia untuk merawat dan melestarikannya. Tidak hanya dipakai dalam menyusun naskah pidato atau naskah undang-undang saja namun seharusnya bahasa Indonesia dipakai dalam segala hal oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Dewasa ini, bahasa Indonesia mulai ditinggalkan si empunya. Maraknya bahasa gaul atau bahasa modern yang kini menyebar luas di kalangan pemuda-pemudi Indonesia tampaknya telah menggeser kedudukan bahasa Indonesia di mata mereka. Kini mereka tidak lagi bersemangat untuk mempelajari bahasa nasional kita seperti halnya semangat pemuda sebelum kemerdekaan. Dahulu, pemuda-dan pemudi Indonesia begitu kerasnya berjuang mempersatukan Indonesia hingga pada akhirnya tercetuslah sumpah yang sangat terkenal yakni sumpah pemuda. Isi sumpah tersebut di antaranya adalah seluruh pemuda Indonesia bersumpah untuk menjunjung suatu bahasa yang akan mempersatukan bangsa Indonesia, bahasa yang akan menjadi bahasa seluruh warga Negara Indonesia, bahasa Indonesia.

Oleh karena itu, saya akan mencoba untuk memberikan motivasi dan alasan bagi seluruh warga Indonesia untuk kembali mencintai dan bangga akan bahasa Indonesia. Motivasi dan alasan tersebut ada lima yakni:

  1. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.

Fakta sejarah mengatakan jika bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau. (Baca di sini) yang mana menurut Jan Huygen Van linschoten dalam bukunya Itinerario disebutkan bahwa bahasa Melayu terkenal sebagai bahasa yang paling sopan dan paling pas di kawasan timur. Maka dari itu, meski bahasa Indonesia kini sudah berbeda dari bahasa melayu dulu, namun kita harus bangga karena bahasa kita dahulu adalah bahasa mulia dan hingga kini masih merupakan bahasa yang mulia serta selayaknya kita jaga dan tingkatkan kemuliaannya dengan merawat dan melestarikannya

  1. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah.

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang berbeda dari bahasa lain di dunia. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah karena bahasa ini tidak memiliki tingkatan kata atau pun kalimat. Maksudnya walau pun kejadian tersebut terjadi kemarin, sekarang atau pun besok, kata yang dipergunakan tetap sama.

Contoh:
Kemarin : Ayah membeli jeruk kemarin sore
Sekarang: Ayah membeli jeruk saat ini.

Bandingkan dengan bahasa Inggris berikut dan lihat tulisan yang bercetak tebal,

Kemarin : Yesterday my father bought some oranges.
Sekarang: My father buy some oranges.

Selain itu jumlah benda pun tak mempengaruhi kata yang diterangkan.

Contoh :
satu apel --> an apple
dua apel --> two apples

  1. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang unik.

Meski bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu namun bahasa Indonesia kini telah berbeda dari bahasa Melayu, baik dari susunan kata atau fungsi kata. Contohnya adalah pada kasus Manohara yang tengah hangat akhir-akhir ini. Jika Anda simak dialog antara warga Negara Indonesia dengan warga Negara Malaysia di televisi, maka akan Anda temukan beberapa penggunaan kata yang berbeda seperti kata ‘boleh’, ‘bisa’ dan sebagainya. Dengan kata lain, bahasa Indonesia adalah bahasa yang hanya ada satu-satunya di dunia. Satu-satunya bahasa yang menjadi identitas warga Negara Indonesia.

  1. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat kaya.

Pada mulanya bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu dan bahasa Melayu pada mulanya adalah bahasa pasar. Bahasa pasar tercipta dari gabungan bahasa-bahasa pedagang dari seluruh penjuru dunia yang dulu singgah di Melayu. Kemudian bahasa tersebut berkembang pesat kosa katanya dan pada akhirnya terbentuk bahasa yang paling terkenal dari wilayah timur yaitu bahasa Melayu.

Oleh bangsa Indonesia, bahasa melayu kemudian dijadikan pondasi awal untuk membentuk bahasa baru dengan proses yang tidak sebentar. Proses tersebut di antaranya adalah penambahan kosakata baru baik diserap dari bahasa asing maupun dari bahasa daerah. Hingga pada akhirnya ejaannya disempurnakan. Namun proses penyerapan kata tidak terputus hingga sekarang ini.

Karena pada awalnya bahasa Indonesia adalah bentukan dari bahasa pedagang dari seluruh penjuru dunia, maka bahasa Indonesia memiliki ribuan kata yang diserap dari bahasa beberapa bangsa di dunia. Proses tersebut menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa yang kaya. Lihat kosakatanya di sidebar samping artikel ini

  1. Bahasa Indonesia mulai dipelajari bangsa lain.

Bahasa Indonesia ternyata tidak hanya dipelajari oleh bangsa Indonesia saja. Bahasa Indonesia sendiri kini tengah dipelajari oleh warga Negara di Australia. (Untuk lebih lengkapnya baca beritanya di sini). Alasan warga Negara Australia mempelajari bahasa Indonesia adalah karena mereka tertarik dengan budaya bangsa Indonesia dan ingin memperdalam pengetahuan akan Indoensia dengan mempelajari bahasa Indonesia. Sungguh membanggakan, bahasa kita ternyata dikagumi bangsa selain bangsa Indonesia. Dengan begini bukan mustahil jika bahasa Indonesia kelak mampu menjadi bahasa Internasional menggantikan bahasa Inggris.

Sekarang tugas kita selanjutnya adalah mempertahankan, merawat serta melestarikan bahasa kita agar tidak hilang ditelan zaman.

Demikian tadi sedikit ulasan kebahasaan, jika ada tanggapan, saran, kritik atau alasan lain bagi kita agar bangga berbahasa Indonesia, jangan sungkan untuk menulisnya di kolom komentar di bawah artikel ini. Sekian dari saya dan terima kasih.





Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Menurut sejarah bahasa Indonesia, pada awalnya bahasa Indonesia merupakan bahasa bentukan dari bahasa Melayu Riau yang kemudian dikembangkan oleh tokoh-tokoh kebahasaan Indonesia hingga menjadi bahasa yang kita kenal sekarang ini. Kini bahasa Indonesia resmi diangkat menjadi bahasa nasional serta bahasa kenegaraan. Karena itu kini bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan yaitu sebagai bahasa persatuan dan sebagai bahasa negara.

Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sudah dengan tegas diikrarkan oleh pemuda Indonesia pada peristiwa sumpah pemuda. Pada kongres pemuda kedua tanggal 28 Oktober 1928, seluruh pemuda Indonesia sepakat mengikrarkan sumpah pemuda dengan isi sebagai berikut;

  • PERTAMA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
  • KEDOEA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
  • KETIGA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.
Pada rumusan ketiga jelas disebutkan jika pemuda Indonesia menjunjung bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.

Wujud pengamalan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan antara lain dengan menjadikan bahasa Indonesia sebagai lambang kebanggaan bangsa serta identitas nasional. Selain itu, wujud pengamalan lain adalah mempergunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu serta penghubung budaya, suku, ras serta seluruh bangsa Indonesia baik yang bertempat tinggal di Indonesia mau pun di negara lain.

Perlu juga kita sadari bahwa meski bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu namun bahasa Indonesia telah mengalami beberapa perbaikan dan perubahan. Bahasa Indonesia kini menjadi bahasa yang sudah jauh berbeda dari bahasa Melayu. Bisa dikatakan jika bahasa Indonesia adalah bahasa baru yang hanya dimiliki bangsa Indonesia bukan bangsa yang lain, apalagi bangsa Melayu. Oleh karena itu mari kita tunjukan sikap bangga serta identitas kita sebagai warga negara Indonesia dengan menjunjung bahasa kita yang hanya ada satu-satunya di dunia, bahasa Indonesia.

Wujud pengamalan atas bahasa Indonesia sebagai bahasa negara antara lain dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa resmi di lingkungan pendidikan, bahasa media masa, bahasa penunjang perkembangan IPTEK di Indonesia, bahasa pendukung sastra Indonesia, serta menggunakan bahasa Indonesia untuk melengkapi dan memperkaya bahasa daerah.

Untuk poin terakhir yakni mempergunakan bahasa Indonesia sebagai pelengkap dan pemerkaya bahasa daerah diwujudkan dengan menyisipkan bahasa Indonesia dalam percakapan-percakapan mau pun penulisan karangan-karangan yang mana percakapan atau karangan tersebut menggunakan bahasa daerah. Sebagai contoh adalah menyisipkan bahasa Indonesia dalam percakapan antar masyarakat Jogja sehari-hari. Karena bahasa Jawa memiliki tingkatan bahasa yakni ngoko (kasar-penj, yakni bahasa yang dipergunakan sebagai bahasa teman sebaya atau bahasa dari orang yang lebih tua kepada orang yang lebih muda) dan Krama (Sopan-penj, yakni bahasa yang dipergunakan oleh orang yang lebih muda atau lebih rendah pangkatnya kepada orang yang lebih tua, lebih tinggi pangkatnya atau lebih terhiormat) oleh karena itu kadang beberapa kata dalam bahasa ngoko sulit di-krama-kan, dan bahasa Indonesia dipandang lebih sopan menggantikan kata tersebut dibanding menggunakan bahasa ngoko.

Setelah membaca uraian di atas, kini kita menjadi lebih mengenal bahasa kita, bahasa Indonesia. karena itu, mari kita pertahankan dan lestarikan bahasa kebanggaan bangsa dan negara ini hingga akhir dunia. Jangan jadikan berbagai kondisi sebagai alasan bagi kita untuk meninggalkan bahasa yang hanya ada satu-satunya di dunia ini.

Demikianlah sedikit pengetahuan kebahasaan yang saya punya dan saya bagi kepada pembaca sekalian, apabila ada masukan, tanggapan, kritik atau saran yang membangun silahkan tulis di kolom komentar di bawah artikel ini. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.



Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Entri Populer