Mari Berkarya, Mari Bercerita


Berkarya untuk kehidupan. Bercerita untuk menghidupkan



Semalam terasa sunyi
pun jangkrik terlelap terbuai mimipi
oh,... terlalu sunyi
sesunyi dunia tanpa mimpi
sunyi dan sepi...
oh buwana mahakarya
aku seperti gila
ingin kumuntahkan apa saja
asal ku bahagia
terlepas dari ilusi yang mengguna-guna
oh, cakrawala maha raksasa
sudahlah
tak sepantasnya aku mengadu padamu
hai makhluk bisu
biarlah aku redam sendiri
sendiri dalam sepinya kasih putih
oh palung hatiku
maaf, engkau belum bisa ku tambal


Baca Selengkapnya atau Berkomentar...



Ya Allah…
Saat aku mencintai seorang teman,…
Ingatkan aku bahwa akan ada sebuah akhir,…
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir.

Ya Rabb ku…
Ketika aku merindukan seorang kekasih…
Rindukanlah aku kepada yang rindu cinta sejati-Mu
Agar kerinduanku kepada-Mu semakin menjadi

Ya Allah…Yang Maha Pengasih…
Jika aku hendak mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yangmencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Ya Allah… Yang Maha Penyayang…
Ketika aku berucap “Aku cinta padamu”…
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu
Sebagaimana orang bijak berucap…
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa…
Dicintai seseorang adalah sesuatu,…
Dicintai oleh orang yang Kau-cintai sangatlah berarti…
Tapi dicintai oleh Sang Maha Pencipta adalah segalanya.

Rabbana laa tuzigh quluu banaa…ba’da idzadaitanaa
Wahablana milladunka rahmatan inaka antal wahabb

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada
kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah,
kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya
Engkaulah Maha Pemberi.

Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin…


Remaja Islam Masjid Mujahidin SMKN 2 Depok
Stembayo



Baca Selengkapnya atau Berkomentar...



Bayangan mimpi yang manis
mengusik pejamku di sudut palung belanga
dan menggores jingga di badan lumut-lumut gua
serta merontokan karang hitam di pulau impian

Bayangan mimpi yang manis
meneteskan warna di samudra hampa
mengepakkan kembali sayap cintaku yang kaku
menggugah jiwaku yang lelap dibuai angan semu
dan bersanding malaikat di ujung penantianku


Bayangan mimpi yang manis
selembut peluk mawar-mawar biru di sekujur badan
semanis madu di kantung hijau domba-domba putih
seindah khayal mengusap padam pelita jiwa

Bayangan mimpi yang manis
akankah aku mati lagi?
di butir congkakku berjubah temaram singgasana surya.

oh... bayangan mimpi yang manis




Baca Selengkapnya atau Berkomentar...




Di ufuk kaki langit senja
bertahta aku di sangkar jerami
meratapi jasadku kian berkarat
mencoba tersenyum dalam selimut rajam

Di ketinggian batang nafas
akulah berhala usang tak bertuan
telanjang, terbaring di bibir jurang
teraniaya sesal kian memberang

Oh Tuhan...
kini...
akulah sibisu menahan cambuk
akulah pengemis berbaju sembilu
yang terasing di rimba derita
yang berdiri di ujung pentul merah jambu
dan terbaring di pucuk taring si belang rimba

Ya Tuhan...
mengapa tak kunjung berakhir
alur derita menyiksa diri
hanya doa kecil yang dapat mengalir
hingga lelapku di petang hari
kini dan nanti...


Baca Selengkapnya atau Berkomentar...


Cinta...
sebatas engkau bermakna
cinta
selelap engkau memimpinya
cinta
selelah pujangga berbait karenanya
cinta
sewarna kanvas emosi pelukisnya
sekeruh tetes birahi padanya
cinta
sesuci Dzat pencipta masa
cinta
serendah harga untaian nafas menjiwa
senikmat cabik menghias badan
cinta
seperih siksa neraka dunia
sepilu tangis duka pangeran permaisuri
semanis madu di kebun Adnan
cinta
keindahan bagi yang berfikir
cinta...

Baca Selengkapnya atau Berkomentar...


Sesak nafas ini…

Begitu membuai si Rama Ramayana

Mungkinkah Musailamah alkadzdzab menteror

Setiap benih-benih laut merah jambu di pelupuk maya

Yang bersimpuh di ujung lapuknya rayap-rayap pohon kurma?

Aku yang manginjak tangga ke lima belas

Termangu dalam dekap lilin jingga yang menyala

Membara membakar jiwa yang termabuk arak China

Hingga kepalang di seberang laut kobaran rasa

“Adinda… mungkinkah kini akang tenggelam.”

“Terhunus titah Alkadzdzab di seberang kebun bunga .”

“Ditikam Niagara di parit rumah kosong dalam dada.”

“Dinda… akang berusaha.”

“Meski berlari dengan kaki yang bertindih di kursi roda,…

Berlari mengejar cahaya di bayang gelap singgasana cinta,…

Berlari walau tersungkur tajamnya gigi-gigi hiu laut pilu,…

Berlari meski aku bermanis-manis lagi dalam perihnya

sayatan sembilu,…

Demi sebuah lentera di relung senjanya pagi buta,…

Demi seberkas cakrawala

di ambang manisnya khayal pejam,…

Tunggulah…

Kelak mentari kan terbit di jemariku.”…

“Esok engkau kan menyandingku,…”


Baca Selengkapnya atau Berkomentar...

Entri Populer